Dompet kripto (crypto wallet) adalah alat digital yang digunakan untuk menyimpan, mengirim, dan menerima cryptocurrency seperti Bitcoin dan Ethereum.
Crypto wallet pada dasarnya adalah aplikasi perangkat lunak yang dengan aman mengelola kunci pribadi (private key) dan kunci publik (public key) yang digunakan untuk mengautentikasi transaksi di blockchain.
Cryptocurrency wallet pada gilirannya menyediakan cara yang nyaman dan ramah pengguna untuk mengelola aset digital sambil memastikan keamanannya.
Apa Itu Crypto Wallet?
Crypto wallet, atau dompet mata uang kripto, adalah dompet digital yang menyimpan private key pengguna, yang memungkinkan pengguna untuk mengakses aset cryptocurrency mereka di blockchain.
Crypto wallet dapat berfungsi untuk menyimpan, mengirim, dan menerima Bitcoin (BTC) serta ribuan altcoins, termasuk Ethereum (ETH), Cardano (ADA), Binance Coin (BNB), dan lainnya.
Private Key dan Public Key
Dalam dompet kripto, private key dan public key digunakan untuk mengautentikasi transaksi di blockchain.
Singkatnya, private key adalah kode rahasia yang digunakan untuk mengakses dana di dompet cryptocurrency pengguna, sedangkan public key adalah pengidentifikasi publik yang digunakan untuk menerima transaksi.
Private key harus disimpan dengan aman dan terlindungi serta tidak boleh orang lain mengetahuinya, sementara public key dapat dibagikan dengan aman kepada orang lain.
Contoh private key: KxKj49G1BpKj8WtPgiKvF5a5vc5z5qx4DjX9vYYQzxV7J4h44ZDW (ini adalah kunci pribadi yang dibuat secara acak, tolong jangan gunakan)
Contoh public key: 1BvBMSEYstWetqTFn5Au4m4GFg7xJaNVN2
Harap dicatat bahwa kunci-kunci ini hanyalah contoh dan tidak boleh digunakan untuk menyimpan cryptocurrency nyata.
Apa Itu Crypto Wallet Address
Alamat dompet kripto, atau crypto wallet address, adalah pengidentifikasi unik yang digunakan untuk menerima atau mengirim transaksi cryptocurrency. Alamat ini adalah serangkaian karakter alfanumerik yang dihasilkan oleh dompet dan khusus untuk setiap pengguna.
Sebagai contoh, alamat dompet Bitcoin dimulai dengan “1” atau “3” dan biasanya panjangnya 26-35 karakter. Berikut adalah contoh alamat dompet Bitcoin: 1BvBMSEYstWetqTFn5Au4m4GFg7xJaNVN2.
Selain itu, alamat dompet Ethereum dimulai dengan “0x” dan biasanya panjangnya 42 karakter. Berikut adalah contoh alamat dompet Ethereum: 0x742d35Cc6634C0532925a3b844Bc454e4438f44e.
Penting untuk dicatat bahwa crypto wallet addres sangat peka terhadap huruf besar/kecil dan harus dimasukkan secara akurat agar transaksi berhasil. Selain itu, setiap aset kripto biasanya memiliki format alamat uniknya sendiri, jadi penting untuk menggunakan alamat yang benar baik saat mengirim maupun menerima aset kripto.
Jenis-jenis Crypto Wallet
Berikut ini adalah beberapa contoh jenis-jenis crypto wallet yang paling umum:
1. Dompet perangkat keras (hardware wallet)
Hardware wallet adalah perangkat fisik yang dirancang untuk menyimpan kunci pribadi pengguna secara offline. Ini menjadikan dompet kripto perangkat keras lebih aman terhadap serangan peretasan. Jenis crypto wallet ini biasanya berbentuk drive USB dan memerlukan kode PIN untuk mengakses dana. Contoh hardware wallet yaitu Trezor dan Ledger.
2. Dompet perangkat lunak (software wallet)
Software wallet adalah aplikasi yang dapat diinstal pada komputer atau perangkat seluler (mobile). Dompet ini menyimpan kunci pribadi pengguna di perangkat dan memungkinkan pengguna untuk mengakses dana mereka melalui antarmuka yang user-friendly. Contoh software wallet terpopuler yaitu MetaMask dan Exodus.
3. Web wallet
Dompet kripto berbasis web, atau web wallet, di-hosting di situs web. Pengguna dapat mengakses crypto wallet ini melalui browser web dengan tingkat kenyamanan yang baik, tetapi dianggap kurang aman karena di-hosting di server pihak ketiga.
4. Dompet kertas (paper wallet)
Pada dasarnya, paper wallet adalah selembar kertas fisik yang berisi private key pengguna dalam bentuk kode QR. Dompet ini dianggap sebagai salah satu cara paling aman untuk menyimpan aset kripto karena tidak terhubung ke internet sehingga tidak dapat diretas.
5. Brain wallet
Brain wallet menjadi tempat penyimpan mata uang kripto dengan cara untuk menghafal kunci pribadi di kepala setiap pengguna. Meskipun menawarkan kenyamanan, crypto wallet ini rentan terhadap serangan brute-force sehingga tidak disarankan digunakan untuk menyimpan cryptocurrency dalam jumlah besar.
Fitur Keamanan Crypto Wallet
Keamanan dompet kripto sangat penting untuk memastikan bahwa aset digital pengguna aman dan terjamin. Berikut adalah beberapa fitur keamanan umum yang ditawarkan oleh perusahaan pengembang crypto wallet:
1. Otentikasi dua faktor (2FA)
Ini adalah fitur keamanan yang memerlukan langkah tambahan selain memasukkan kata sandi untuk mengakses crypto wallet. 2FA dapat melibatkan penggunaan kode yang dikirim ke ponsel pengguna, metode otentikasi biometrik, atau kunci keamanan fisik.
2. Dompet multi-tanda tangan (multisig)
Dompet multisig memerlukan banyak tanda tangan (yaitu, persetujuan) dari pihak yang berwenang untuk melakukan transaksi. Ini menambahkan lapisan keamanan ekstra dan memastikan bahwa tidak ada satu pihak pun yang dapat melakukan transaksi yang tidak sah.
3. Frase benih (seed phrases)
Seed phrases adalah serangkaian kata yang digunakan untuk memulihkan akses ke dompet kripto jika pengguna lupa kata sandi atau kehilangan akses ke perangkat. Dengan kata lain, seed prhases bertindak sebagai cadangan untuk kunci pribadi dan harus dijaga tetap aman dan terlindungi. Contoh crypto wallet yang menggunakan seed phrases adalah MetaMask.
4. Cold storage
Ini mengacu pada penyimpanan private key secara offline, biasanya pada dompet hardware wallet, bukan pada online wallet. Dompet kripto dengan pentimpanan seperti ini juga dapat disebut cold wallet. Pada intinya, cold storage dapat mempersulit peretas untuk mengakses kunci pribadi dan mencuri dana pengguna.
5. Manajemen kata sandi (password management)
Beberapa crypto wallet mungkin menawarkan fitur seperti pengelola kata sandi, yang dapat membantu pengguna untuk membuat kata sandi yang kuat dan menyimpannya dengan aman. Selain itu, fitur manajemen kata sandi juga memungkinkan pengguna untuk membuat kata sandi baru secara teratur untuk mencegah akses ilegal.
Hubungan antara Crypto Wallet dan Blockchain
Crypto wallet dan teknologi blockchain terkait erat karena dompet kripto digunakan untuk berinteraksi dengan blockchain. Crypto wallet menyimpan private key yang diperlukan untuk mengautentikasi transaksi di blockchain, dan transaksi yang dimulai dari dompet akan dicatat di blockchain untuk verifikasi dan validasi.
Crypto Wallet di Exchanges
Secara umum, platform crypto exchanges, seperti Binance, Coinbase, Bybit, dan Kraken, juga menyediakan dompet kripto mereka sendiri untuk menyimpan dan mengelola aset kripto pengguna. Jenis crypto wallet ini biasa berupa online wallet atau hot wallet. Jadi, selain dapat melakukan jual beli mata uang kripto, exchanges juga menyediakan wallet kepada pengguna.
Simpulan
Cryptocurrency wallet memainkan peran penting dalam pengelolaan dan keamanan aset digital. Dompet kripto dapat digunakan untuk menyimpan, mengirim, dan menerima mata uang kripto. Sejumlah aplikasi crypto wallet menawarkan beberapa fitur keamanan seperti otentikasi dua faktor, seed prhases, dan multisig untuk membantu melindungi private key pengguna dari akses yang tidak sah.












