Blockchain adalah teknologi buku besar terdistribusi yang memberikan akses kepada semua pihak ke database transaksi yang sama, yang disimpan dalam blok dan dihubungkan bersama dalam rantai. Setiap blok diverifikasi dan dienkripsi oleh jaringan komputer, sehingga sulit untuk mengubah atau meretas informasi yang terkandung di dalamnya. Lalu, bagaimana penggunaan dan adopsi blockchain oleh bank?
Manfaat Blockchain bagi Bank
Teknologi blockchain dapat mengubah sistem perbankan dengan menyediakan cara yang aman dan transparan dalam menangani transaksi dan meminimalkan biaya. Berikut ini adalah beberapa contoh bagaimana manfaat blockchain bagi industri perbankan:
1. Transaksi lebih cepat dan murah
Blockchain bermanfaat bagi bank untuk memproses transaksi lebih cepat dan dengan biaya lebih rendah dibandingkan dengan metode tradisional. Transaksi yang biasanya memakan waktu berhari-hari kini dapat diselesaikan dalam hitungan detik, menghemat waktu dan uang.
2. Peningkatan keamanan
Sifat desentralisasi dari teknologi blockchain membuatnya lebih aman daripada sistem perbankan tradisional. Transaksi diverifikasi oleh jaringan komputer alih-alih hanya satu entitas sehingga dapat mengurangi risiko penipuan atau peretasan.
3. Mendorong transparansi
Blockchain menyediakan buku besar transparan yang memungkinkan semua pihak yang terlibat dalam transaksi untuk melihat setiap detail transaksi. Ini memudahkan proses pelacakan dan pemantauan transaksi sehingga dapat meminimalkan risiko pencucian uang dan kegiatan ilegal lainnya.
4. Transaksi otomatis
Inovasi terbaru dari blockchain mampu menyimpan beragam jenis informasi dan memungkinkannya untuk diambil berdasarkan aturan yang telah ditentukan. Inovasi ini dikenal sebagai kontrak pintar (smart contract).
Smart contract adalah kontrak yang dijalankan sendiri dengan ketentuan perjanjian yang langsung ditulis ke dalam barisan kode. Ini memungkinkan transaksi otomatis sehingga menghilangkan kebutuhan akan perantara dan mengurangi waktu serta biaya transaksi.
5. Memastikan akuntabilitas
Bank dapat memanfaatkan teknologi blockchain untuk meminimalkan fraud sehingga menjamin akuntabilitas. Dengan penggunaan transaksi digital, bank dapat menghindari kesalahan besar dan praktik penipuan. Bank juga dapat menghilangkan kekhawatiran terkait manipulasi informasi penting.
Bagaimana Blockchain Dapat Mendisrupsi Perbankan?
Teknologi blockchain berpotensi mendisrupsi industri perbankan dalam beberapa hal, beberapa area yang berdampak signifikan antara lain:
1. Pemrosesan pembayaran
Blockchain dapat membuat pemrosesan pembayaran lebih cepat, lebih murah, dan lebih aman sambil memastikan transparansi. Teknologi ini juga dapat menghilangkan kebutuhan akan perantara dalam proses pembayaran, meminimalkan biaya transaksi dan meningkatkan kecepatan.
2. Pencegahan fraud
Blockchain dapat membantu mencegah penipuan dengan menyediakan platform yang aman dan transparan untuk menyimpan dan memverifikasi data. Dengan menggunakan blockchain untuk melacak transaksi, bank dapat dengan cepat mengidentifikasi dan mencegah aktivitas fraud.
3. Kepatuhan KYC dan AML
Peraturan Know Your Customer (KYC) dan Anti-Money Laundering (AML) adalah bagian penting dari industri perbankan. Blockchain dapat mengotomatiskan pemeriksaan kepatuhan KYC dan AML, mengurangi biaya dan waktu yang diperlukan untuk proses ini.
4. Pembiayaan perdagangan
Blockchain dapat merevolusi pembiayaan perdagangan dengan menyediakan platform yang aman dan transparan untuk transaksi perdagangan. Dengan menggunakan blockchain, bank dapat menghemat waktu dan biaya untuk memproses transaksi dan meningkatkan efisiensi keseluruhan dari proses pembiayaan perdagangan.
5. Manajemen identitas
Blockchain dapat menyediakan platform yang aman dan terdesentralisasi untuk manajemen identitas. Dengan menggunakan blockchain, bank dapat mengurangi risiko pencurian identitas dan meningkatkan keamanan sistem mereka secara keseluruhan.
Contoh Bank yang Menggunakan Blockchain
Banyak bank di seluruh dunia sedang mengeksplorasi dan menerapkan teknologi blockchain untuk meningkatkan operasi dan layanan mereka. Berikut adalah beberapa contoh bank yang menggunakan blockchain:
1. JPMorgan Chase
Sebagai salah satu bank terbesar di dunia, JPMorgan Chase telah aktif mengeksplorasi teknologi blockchain selama beberapa tahun. Bank multinasional Amerika ini telah mengembangkan platform blockchain-nya sendiri, Quorum, yang digunakan untuk berbagai aplikasi, termasuk pembiayaan perdagangan, digitalisasi aset, dan penyelesaian sekuritas.
2. Santander
Santander adalah bank multinasional yang telah bereksperimen dengan teknologi blockchain sejak 2015. Bank ini telah mengembangkan beberapa proyek berbasis blockchain, termasuk layanan pengiriman uang dan platform penerbitan obligasi.
3. BBVA
BBVA adalah bank multinasional yang berbasis di Spanyol ini telah aktif mengeksplorasi teknologi blockchain sejak 2018. BBVA telah meluncurkan sejumlah proyek yang didukung blockchain, termasuk platform untuk memproses dan melacak pinjaman perusahaan.
4. HSBC
Bank multinasional Inggris, HSBC juga telah mengeksplorasi teknologi blockchain selama beberapa tahun. HSBC telah meluncurkan serangkaian proyek berbasis blockchain, seperti platform untuk mengelola transaksi pembiayaan perdagangan.
5. Deutsche Bank
Deutsche Bank adalah bank multinasional asal Jerman yang telah memanfaatkan blockchain sejak 2015. Bank ini telah membangun beberapa proyek berbasis blockchain, termasuk platform untuk mengelola letter of credit dan platform untuk mengelola pertukaran ekuitas.
Pemanfaatan Blockchain oleh Bank Sentral
Bank sentral di berbagai negara saat ini tengah menguji penggunaan blockchain untuk mata uang digital mereka, central bank digital currency (CBDC).
CBDC adalah bentuk digital dari fiat yang diterbitkan oleh bank sentral. Tidak seperti cryptocurrency, CBDC didukung sepenuhnya oleh pemerintah. Teknologi blockchain dapat memainkan peran penting dalam penerbitan dan pengelolaan CBDC.
Salah satu manfaat utama menggunakan blockchain untuk CBDC adalah peningkatan transparansi dan keamanan. Blockchain memungkinkan bank sentral untuk membuat buku besar terdesentralisasi yang dapat melacak semua transaksi CBDC secara real-time. Ini akan mengurangi risiko penipuan, money laundering, dan aktivitas ilegal lainnya karena semua transaksi dicatat di blockchain dan dapat diaudit.
Selain itu, teknologi blockchain memungkinkan bank sentral untuk membuat smart contract yang dapat menegakkan peraturan dan regulasi yang mengatur penggunaan CBDC. Smart contract dapat mengotomatiskan penegakan peraturan KYC/AML, kepatuhan pajak, dan persyaratan peraturan lainnya, yang kemudian mengurangi beban administratif bank sentral.
Blockchain juga memungkinkan bank sentral menerbitkan CBDC dengan cara yang lebih efisien dan hemat biaya. Dengan blockchain, CBDC dapat dibuat, diterbitkan, dan didistribusikan secara digital untuk mengurangi kebutuhan akan mata uang fisik dan biaya-biaya terkait.
Jadi, teknologi blockchain dapat menawarkan manfaat yang signifikan untuk penerbitan dan pengelolaan CBDC oleh bank sentral. Pada akhirnya, melalui pemanfaatan blockchain, bank sentral dapat menciptakan sistem pembayaran yang lebih aman, transparan, dan efisien yang memberi keuntungan kepada lembaga keuangan, konsumen, dan ekosistem secara keseluruhan.
Pandangan Akhir
Jadi, adopsi teknologi blockchain di industri perbankan berpotensi merevolusi cara bank beroperasi dan memberikan layanan kepada pelanggan. Teknologi blockchain dapat memberikan solusi yang aman, transparan, dan efisien untuk menjawab banyak tantangan yang dihadapi industri perbankan tradisional saat ini.
Meskipun masih ada tantangan dan batasan yang harus diatasi, manfaat blockchain bagi bank dan industri perbankan secara keseluruhan sangat signifikan. Ada ekspektasi untuk melihat lebih banyak bank yang mengeksplorasi dan menggunakan teknologi blockchain di masa depan.















